WONOSOBO – Berbagai persiapan untuk menggelar Konser Bundengan bertajuk What Is Bundengan pada Senin 26 November mendatang yang diprakarsai para seniman muda Wonosobo bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sudah mencapai titik akhir. Menurut Lukmanul Chakim, koordinator sekaligus inisiator kegiatan, para Arranger music sudah pada tahapan latihan akhir bersama para musisi yang nantinya akan dikawinkan dengan penampilan tari yang melibatkan koreografer muda Wonosobo.

Lukmanul Chakim, Founder Woohoo Artspace dan inisiator Konser Bundengan WIB 2018

“Di Konser Bundengan perdana ini ada 7 orang Arranger dan satu Koreografer yang terlibat yang nantinya akan mengiringi berbagai penampilan. Rencananya ada juga penampilan dari Musisi Etnik asal Hungaria Dora Gyorfi dan Luca Rekassy. Dora sendiri dikenal sebagai seorang pesinden yang mempelajari karawitan dan bahasa daerah selama beberapa tahun terakhir dan kerap tampil dengan Wayang Sampah yang juga akan ditampilkan besok,” ungkap Lukman kemarin (23/11/2018).

Selain musisi asal Hungaria, Konser Bundengan juga menampilkan para seniman asal Bandung yaitu Syahrul Nuryansyah dan Supriyadi asal Klaten. Para peneliti bundengan dari berabgai Negara juga mensupport publikasi dari agenda tersebut. Mengingat selama dua hingga tiga tahun terakhir, alat music asli Wonosobo itu tengah mendapat sorotan dan pada februari 2018 lalu juga dipentaskan di Australia oleh Lukman bersama Mulyani dan Said Abdulloh.

“Harapan kami masyarakat bisa turut menyambut dengan antusias dan hadir pada acara konser yang dibuka mulai pukul 19.00 WIB dan gratis tiket masuk. Mereka yang tidak bisa masuk ke dalam gedung jugab isa menyaksikan di luar gedung. Selain itu ada juga semacam ekspo yang menampilkan berbagai hal tentang bundengan. Selain juga beberapa tamu undangan dari Australia yang selama ini ada di Bundengan Connection. Untuk informasi lainnya, masyarakat juga bisa mengakses bundengan.com,” imbuhnya.

Senada, menurut Kepala Dinas pariwisata dan kebudayaan, One Andang Wardoyo, Konser Bundengan perdana ini diharapkan menjadi sebuah awal untuk bisa mengangkat alat music khas Wonosobo yang selama ini masih belum banyak dikenal.

Salah satu Arranger, Satriyo Arwanto Templek di studio Bless Music

“Harapan kami di tahun-tahun mendatang, akan terus diadakan konser Bundengan tiap tahun dan bisa diapresiasi secara nasional maupun internasional. Mengingat selama ini banyak ethnomusikologis yang datang jauh-jauh ke Wonosobo untuk mendokumentasikan dan menelitinya. Semoga konser ini bisa jadi awal untuk mengenalkan alat music unik ini sehingga bisa diapresiasi masyarakat luas, khususnya Wonosobo,” ungkapnya.

Pada Konser Bundengan esok, para maestro dan pelestari bundengan asal Ngabean kecamatan Kalikajar yakni pak Buhori dan pak Munir akan tampil sebagai performer kehormatan. Mereka ialah para penerus dan pelestari bundengan setelah almarhum Barnawi yang lebih dahulu mempopulerkan Bundengan di era modern. (win)