WHAT IS BUNDENGAN 2019
Bercerita dalam Kesederhanaan

What Is Bundengan 2019 atau WIB 2019 merupakan sebuah upaya serius dalam melestarikan alat musik Bundengan. Bundengan adalah instrumen khas asal Jawa Tengah yang sudah mulai dilupakan masyarakat dan nyaris punah, bahkan di Wonosobo.

WIB 2019 adalah sebuah acara yang sangat penting bagi keberlanjutan kesenian rakyat, khususnya bundengan. Kegiatan yang diinisisasi oleh Soulasih bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Direktorat Kebudayaan) ini akan diselenggarakan di dusun Ngabean, Maduretno, Kalikajar, Wonosobo – Jawa Tengah. Dusun yang memiliki keindahan alam, area sawah hijau yang luas yang merupakan rintisan Kampung Bundengan, sekaligus tanah kelahiran Barnawi, seorang maestro bundengan yang sangat berjasa melestarikan bundengan di era nya.

Almarhum Barnawi, Salah satu Maestro Bundengan yang menghidupkan kembali kesenian khas Wonosobo di awal 2000-an

Tajuk WIB merupakan event yang kedua setelah WIB 2018 dengan format Konser indoor. WIB 2019 mengangkat tema: Bercerita ddalam Kesederhanaan, sesuai pemaknaan dari kebangkitan Bundengan lewat tangan dingin Barnawi dan keluarganya, yang kini diteruskan Bohori dan Munir dalam berbagi pementasan. WIB 2019 selain bertujuan mengenalkan alat musik bundengan melalui pendekatan kreatif sekaligus personal, juga mengajak peserta (50 orang) untuk Live-in di desa sekaligus mengenal daur hidup instrumen dari Bambu ini.Rangkaian kegiatan pada WIB 2019 meliputi seminar, workshop, nyore di sawah, pameran, pagelaran musik bundengan, sertasebuah inisiasi untuk berkolaborasi dengan masyarakat setempat. Dari WIB 2019 diharapkan bisa dimulai sebuah gagasan bersama untuk melestarikan budaya dan meningkatkan kreativitas dalam mengembangkannya, mulai dari tempat bermulanya kebangkitan Bundengan.

Tujuan WIB 2019
1. Memberi edukasi mengenai bundengan, yang dikemas dengan sederhana dan penyampaian yang mudah diterima;
2. Mengangkat kekayaan lokal, baik dari seni musik, seni pertunjukan, material artistik, maupun sumberdaya manusianya;
3. Sebagai wadah atau tempat bertemunya sebuah jaringan baru yang nantinya akan berdampak pada pelestarian budaya, dan tradisi lokal Indonesia.

Peserta Kegiatan
Kapasitas peserta sebanyak 50 orang dibuka untuk umum baik dalam negeri maupun
Internasional dari berbagai latar belakang. Pelajar, Guru, dosen, mahasiswa, seniman, pegiat seni budaya, dan lainnya. Peserta akan dikurasi oleh tim panitia berdasarkan segmentasi program dan latar belakang calon peserta.

I. Waktu dan Tempat
Hari/Tgl : Jum’at – Minggu, 25-27 Oktober 2019
Tempat : Dusun Ngabean, Desa Maduretno, Kec. Kalikajar, Wonosobo
Waktu : sesuai rundown

II. Penyelenggara
Soulasih (bagian dari GenASRI/GenPI Wonosobo)
Penyelenggara sekaligus penanggung jawab acara ini adalah kumpulan individu dari pemuda/di yang memiliki satu tujuan yaitu melestarikan kebudayaan dan tradisi Wonosobo yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Direktorat Kebudayaan) Republik Indonesia.
III. Rundown Kegiatan
1. Bundengan Talks
Awali pagi dengan keceriaan, di bawah terik sinar matahari yang hangat, peserta diajak untuk berkenalan dengan bundengan. Materi inilah yang akan mengantar peserta melihat lebih jelas tentang What Is Bundengan. Bersama narasumber lokal maupun internasional yang akan berbagi cerita tentang sejarah, perkembangan, ataupun hasil dari eksplorasi bundengan.

2. Seminar dan Workshop
Dengan pembahasan koten mengenai bundengan dari beberapa aspek yang berbeda, sehingga informasi yang di terima peserta menjadi lebih utuh, baik dari sudut pandang praktisi professional, praktisi muda, peneliti bundengan, ataupun akademisi.

Narasumber Seminar Dan Workshop:
a. Bohori, S.Pd, MM.Pd. (Praktisi Profesional)
Vokalis Bundengan Senior, Wonosobo.

b. Luqmanul Chakim, S.Sn. (Praktisi Muda)
Pemain Bundengan Muda, Wonosobo.

c. Palmer Keen (Peneliti Bundengan)
DIY Ethnomusiologist, USA.

d.Indraswari Kusumaningtyas
Dosen UGM, Yogyakarta Indonesia.

e. Singgih Susilo Kartono
Magno Radio – Spedagi

3. Nyore Di Sawah Ngabean
Bundengan dan sawah merupakan dua hal yang tidak dapat di pisahkan. Pada zaman dulu, peternak bebek pergi ke sawah bersama bundengan, sebagai pelindung jikalau hujan atau panas matahar, bundengan yang berfungsi sebagai penutup kepala dan juga sebagai alat musik, dan dimainkan di persawahan guna menghibur diri atau bebeknya. Tau kah? Telur kualitas baik juga tergantung dari kebahagian si bebek.

4. Pameran
Pameran dengan konten berupa karya yang mengangkat bundengan, baik foto-foto/dokumentasi, kegiatan-kegiatan yang mendukung pelestarian bundengan, serta inovasi produk atau kerajinan tangan hasil karya masyarakat Ngabean.

5. This Is Bundengan
Setelah memahami bundengan maka sampailah saatnya pertunjukan bundengan ini menjadi puncak acara What Is Bundengan, sekaligus sebagai penutupan acara What Is Bundengan 2019. Kini saatnya budaya-budaya lokal mulai diangkat dan dikenalkan di panggung dengan balutan artistik yang meminimalisir limbah, kaya akan originalitas lokal yang akan terus dibanggakan keberadaannya.

MENDAFTAR/REGISTRATION:
ISI Google FORM

Reservasi: Pipit +62 822-2408-3093

Hotlines:
Luqman 0857 2577 7008
Arma 0852 1777 7688